Minggu, 26 Mei 2024

Asesmen dalam Kurikulum Merdeka (2)

... 

Di bulan Mei  ini kita akan mengeksplorasi tema “Pembelajaran dan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka”. Sumber utama dari sharing ini adalah dokumen Pembelajaran dan Asesmen: Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang dirilis oleh Kemendikbudristek. 

5

Prinsip Asesmen

a. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

* Pendidik menguatkan asesmen di awal pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik.

* Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada tujuan yang hendak dicapai dan memberikan umpan balik agar peserta didik dapat menentukan langkah untuk perbaikan kedepannya.

* Pendidik memberikan umpan balik berupa kalimat dukungan untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh.

* Pendidik melibatkan peserta didik dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri, penilaian antar teman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antar teman.

* Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berefleksi tentang kemampuan mereka, serta bagaimana meningkatkan kemampuan tersebut berdasarkan hasil asesmen.

* Pendidik merancang asesmen untuk mendorong peserta didik terus meningkatkan kompetensinya melalui asesmen dengan tingkat kesulitan yang tepat dan umpan balik yang membangun


---------

Prinsip Asesmen

b. asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik memikirkan tujuan pembelajaran pada saat merencanakan asesmen dan memberikan kejelasan pada peserta didik mengenai tujuan asesmen di awal pembelajaran. 

• Pendidik menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar.


---------

Prinsip Asesmen

c. asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik menyediakan waktu dan durasi yang cukup agar asesmen menjadi sebuah proses pembelajaran dan bukan hanya untuk kepentingan menguji. 

• Pendidik menentukan kriteria sukses dan menyampaikannya pada peserta didik, sehingga mereka memahami ekspektasi yang perlu dicapai. 

• Pendidik berkolaborasi dalam merancang asesmen sehingga dapat menggunakan kriteria yang serupa dan sesuai dengan tujuan asesmen. 

• Pendidik menggunakan hasil asesmen untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.


6

Prinsip Asesmen

d. laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik menyusun laporan kemajuan belajar secara ringkas, mengutamakan informasi yang paling penting untuk dipahami oleh peserta didik dan orang tua. 

• Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya bersamasama beserta orang tua.


Prinsip Asesmen

e. hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik menyediakan waktu bagi guru untuk membaca, menganalisis, dan melakukan refleksi hasil asesmen.  

• Pendidik menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki. Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 

• Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya besamasama orang tua.

7

Berdasarkan materi terkait asesmen yang sudah disampaikan dalam beberapa hari terakhir, mari kita sebagai seorang pendidik melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Bagaimana saya mengidentifikasi kesiapan peserta didik di awal pembelajaran?

2. Apakah saya sudah merancang pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal?

3. Bagaimana saya merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai?

4. Seberapa efektif umpan balik yang saya berikan dalam membantu peserta didik menentukan langkah perbaikan?

5. Bagaimana saya memastikan umpan balik saya menstimulasi pola pikir bertumbuh pada peserta didik?

6. Seberapa sering saya melibatkan peserta didik dalam proses asesmen melalui penilaian diri dan antar teman?

7. Bagaimana cara saya mengajak peserta didik berefleksi tentang kemampuan mereka sendiri?

8. Bagaimana saya merancang asesmen dengan tingkat kesulitan yang tepat untuk mendorong kompetensi peserta didik?

9. Apakah tujuan pembelajaran sudah saya komunikasikan dengan jelas kepada peserta didik di awal pembelajaran?

10. Bagaimana saya memanfaatkan berbagai teknik asesmen untuk mencapai tujuan yang berbeda?

11. Apakah waktu dan durasi yang saya sediakan untuk asesmen cukup agar menjadi proses pembelajaran yang efektif?

12. Bagaimana saya menentukan kriteria sukses dan menyampaikannya kepada peserta didik?

13. Bagaimana saya berkolaborasi dengan rekan guru dalam merancang asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran?

14. Bagaimana saya menggunakan hasil asesmen untuk merencanakan tindak lanjut pembelajaran?

15. Apakah laporan kemajuan belajar yang saya susun sudah ringkas dan jelas untuk dipahami peserta didik dan orang tua?

16. Seberapa rutin saya memberikan umpan balik kepada peserta didik dan melibatkan orang tua dalam diskusi tindak lanjut?

17. Bagaimana saya memanfaatkan waktu untuk membaca, menganalisis, dan merefleksikan hasil asesmen?

18. Apakah hasil asesmen saya gunakan sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang berjalan baik dan yang perlu diperbaiki?

19. Bagaimana satuan pendidikan saya memfasilitasi penggunaan hasil asesmen sebagai refleksi oleh semua pihak terkait (peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua)?

20. Seberapa konsisten saya dalam memberikan umpan balik berkala dan mendiskusikan tindak lanjut bersama peserta didik dan orang tua?

8

Berdasarkan materi terkait *yang sudah disampaikan dalam beberapa hari terakhir, mari kita melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:


1. Bagaimana Anda menentukan kesiapan belajar peserta didik di awal tahun ajaran?

2. Metode apa yang paling efektif menurut Anda dalam mengevaluasi pencapaian sebelumnya dari peserta didik?

3. Bagaimana Anda merancang alur tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik?

4. Apakah Anda telah menggunakan modul ajar dari Kemendikbudristek? Jika ya, bagaimana adaptasinya sesuai kebutuhan peserta didik?

5. Apa yang Anda lakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di kelas?

6. Bagaimana Anda mendorong peserta didik untuk merefleksikan kekuatan dan area yang perlu mereka kembangkan?

7. Seberapa sering Anda memberikan umpan balik langsung kepada peserta didik? Bagaimana tanggapan mereka?

8. Contoh pertanyaan terbuka apa yang sering Anda gunakan untuk menstimulasi pemikiran mendalam peserta didik?

9. Apa strategi Anda untuk memotivasi peserta didik agar berpartisipasi aktif dalam pembelajaran?

10. Bagaimana Anda memberikan ruang bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik?

11. Bagaimana Anda memastikan tugas atau pekerjaan rumah tidak membebani tetapi mendorong pembelajaran mandiri?

12. Bagaimana Anda merancang tugas dengan tingkat kesulitan yang tepat untuk meningkatkan kompetensi peserta didik?

13. Bagaimana Anda menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik minat peserta didik?

14. Bagaimana Anda merancang pembelajaran interaktif yang produktif dan terstruktur?

15. Seberapa sering Anda melibatkan masyarakat sekitar, komunitas, atau ahli sebagai narasumber dalam pembelajaran?

16. Bagaimana Anda melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan memastikan komunikasi dua arah yang efektif?

17. Apa yang Anda lakukan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran?

18. Bagaimana Anda memotivasi peserta didik untuk menyadari dan mengambil peran dalam masa depan mereka?

19. Bagaimana Anda melibatkan peserta didik dalam mencari solusi permasalahan sehari-hari sesuai dengan tahapan belajar mereka?

20. Bagaimana Anda mengukur efektivitas pendekatan pembelajaran yang Anda terapkan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Bersambung... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar