Rabu, 29 Mei 2024

Pembelajaran dan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka (Part 3)

 Semangat Pagi!  Ibu/ Bapak Kreatif,

Di bulan Mei  ini kita akan mengeksplorasi tema “Pembelajaran dan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka”. Sumber utama dari sharing ini adalah dokumen Pembelajaran dan Asesmen: Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang dirilis oleh Kemendikbudristek. 

.... 

9

*Merencanakan pembelajaran dan asesmen* 

Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dengan demikian, rencana pembelajaran disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang digunakan pendidik sehingga bentuknya lebih rinci dibandingkan alur tujuan pembelajaran. Perlu diingatkan kembali bahwa alur tujuan pembelajaran tidak ditetapkan oleh pemerintah sehingga pendidik yang satu dapat menggunakan alur tujuan pembelajaran yang berbeda dengan pendidik lainnya meskipun mengajar peserta didik dalam fase yang sama. Oleh karena itu, rencana pembelajaran yang dibuat masingmasing pendidik pun dapat berbeda-beda, terlebih lagi karena rencana pembelajaran ini dirancang dengan memperhatikan berbagai faktor lainnya, termasuk faktor peserta didik yang berbeda, lingkungan sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, dan lain lain. 


Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP. Rencana pembelajaran ini dapat berupa: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal sebagai RPP atau (2) dalam bentuk modul ajar. Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi komponen-komponen dalam RPP atau lebih lengkap daripada RPP.


*Komponen minimum dalam rencana pelaksanaan Pembelajaran*

• Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran). 

• Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu atau lebih pertemuan. 

• Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran dan rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran.


*Komponen minimum dalam modul ajar*

• Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran). 

• Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan. 

• Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya. 

• Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya. 

• Media pembelajaran yang digunakan, termasuk, misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik.


Informasi di atas menunjukkan perbedaan komponen yang perlu termuat dalam kedua dokumen perencanaan pembelajaran yang digunakan pendidik sehari-hari. Terlihat bahwa komponen yang harus ada (komponen minimum) dalam rencana pelaksanaan pembelajaran lebih sederhana, fokus mendokumentasikan rencana. Sementara dalam modul ajar, perencanaan dilengkapi dengan media yang digunakan, termasuk juga instrumen asesmennya. Oleh karena modul ajar lebih lengkap daripada rencana pelaksanaan pembelajaran, maka pendidik yang menggunakan modul ajar untuk mencapai satu atau lebih tujuan pembelajaran tidak perlu lagi mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran. 

Pemerintah menyediakan contoh-contoh rencana pelaksanaan pembelajaran dan modul ajar. Pendidik dapat menggunakan dan/ atau menyesuaikan contoh-contoh tersebut dengan kebutuhan peserta didik. Untuk pendidik yang merancang rencana pelaksanaan pembelajarannya sendiri, maka komponen komponen di atas harus termuat, dan dapat ditambahkan dengan komponen lainnya sesuai dengan kebutuhan pendidik, peserta didik, dan kebijakan satuan pendidikan. 


*Merancang Modul Ajar* 

Modul ajar sekurang-kurangnya berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, asesmen, serta informasi dan referensi belajar lainnya yang dapat membantu pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Satu modul ajar biasanya berisi rancangan pembelajaran untuk satu tujuan pembelajaran berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang telah disusun. 


Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka ditujukan untuk membantu pendidik mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual, tidak selalu menggunakan buku teks pelajaran. Modul ajar dapat menjadi pilihan lain atau alternatif strategi pembelajaran. Oleh karena itu, sebelum merancang modul ajar, pendidik perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut. 


a. Untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran tertentu, apakah merujuk pada buku teks saja sudah cukup atau perlu menggunakan modul ajar? 

b. Jika membutuhkan modul ajar, apakah dapat menggunakan modul ajar yang telah disediakan, memodifikasi modul ajar yang disediakan, atau perlu membuat modul ajar baru? 


Apabila berdasarkan kedua pertanyaan di atas pendidik menyimpulkan bahwa modul ajar tidak dibutuhkan atau modul ajar yang disediakan dapat digunakan dengan penyesuaian-penyesuaian tertentu, maka ia tidak perlu merancang modul ajar yang baru. Komponen minimum modul ajar telah disampaikan sebelumnya, namun bila diperlukan, pendidik juga dapat menambah komponen, misalnya dengan menyusun modul ajar dengan struktur sebagaimana tercantum pada Tabel berikut:

 *Pertanyaan-pertanyaan reflektif berikut ini dapat digunakan pendidik dalam proses perancangan modul ajar.* 

• Bagaimana agar perhatian peserta didik senantiasa fokus dan mereka terus bersemangat sepanjang kegiatan pembelajaran? 

• Bagaimana saya sebagai pendidik akan membantu setiap individu peserta didik memahami pembelajaran? 

• Bagaimana saya akan mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi, mempelajari lagi, memperbaiki, dan berpikir ulang tentang konsep atau materi pelajaran yang telah mereka pelajari? 

• Bagaimana peserta didik dapat menunjukkan pemahaman mereka dan melakukan evaluasi diri yang berarti setelah mempelajari materi ini? 

• Bagaimana saya akan menyesuaikan langkah dan/atau materi pelajaran berdasarkan keunikan dan kebutuhan masing-masing peserta didik? 

• Bagaimana saya akan mengelola pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk menjadi pelajar yang aktif dan mandiri?

Mari kita cek bersama modul ajar-modul ajar dari Puskurjar yang tersedia di PMM: https://guru.kemdikbud.go.id/

Bersambung... 







Minggu, 26 Mei 2024

Asesmen dalam Kurikulum Merdeka (2)

... 

Di bulan Mei  ini kita akan mengeksplorasi tema “Pembelajaran dan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka”. Sumber utama dari sharing ini adalah dokumen Pembelajaran dan Asesmen: Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang dirilis oleh Kemendikbudristek. 

5

Prinsip Asesmen

a. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

* Pendidik menguatkan asesmen di awal pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik.

* Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada tujuan yang hendak dicapai dan memberikan umpan balik agar peserta didik dapat menentukan langkah untuk perbaikan kedepannya.

* Pendidik memberikan umpan balik berupa kalimat dukungan untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh.

* Pendidik melibatkan peserta didik dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri, penilaian antar teman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antar teman.

* Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berefleksi tentang kemampuan mereka, serta bagaimana meningkatkan kemampuan tersebut berdasarkan hasil asesmen.

* Pendidik merancang asesmen untuk mendorong peserta didik terus meningkatkan kompetensinya melalui asesmen dengan tingkat kesulitan yang tepat dan umpan balik yang membangun


---------

Prinsip Asesmen

b. asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik memikirkan tujuan pembelajaran pada saat merencanakan asesmen dan memberikan kejelasan pada peserta didik mengenai tujuan asesmen di awal pembelajaran. 

• Pendidik menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar.


---------

Prinsip Asesmen

c. asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik menyediakan waktu dan durasi yang cukup agar asesmen menjadi sebuah proses pembelajaran dan bukan hanya untuk kepentingan menguji. 

• Pendidik menentukan kriteria sukses dan menyampaikannya pada peserta didik, sehingga mereka memahami ekspektasi yang perlu dicapai. 

• Pendidik berkolaborasi dalam merancang asesmen sehingga dapat menggunakan kriteria yang serupa dan sesuai dengan tujuan asesmen. 

• Pendidik menggunakan hasil asesmen untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.


6

Prinsip Asesmen

d. laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut;


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik menyusun laporan kemajuan belajar secara ringkas, mengutamakan informasi yang paling penting untuk dipahami oleh peserta didik dan orang tua. 

• Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya bersamasama beserta orang tua.


Prinsip Asesmen

e. hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.


Contoh Pelaksanaan Prinsip Asesmen

• Pendidik menyediakan waktu bagi guru untuk membaca, menganalisis, dan melakukan refleksi hasil asesmen.  

• Pendidik menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki. Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 

• Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya besamasama orang tua.

7

Berdasarkan materi terkait asesmen yang sudah disampaikan dalam beberapa hari terakhir, mari kita sebagai seorang pendidik melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Bagaimana saya mengidentifikasi kesiapan peserta didik di awal pembelajaran?

2. Apakah saya sudah merancang pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik berdasarkan hasil asesmen awal?

3. Bagaimana saya merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai?

4. Seberapa efektif umpan balik yang saya berikan dalam membantu peserta didik menentukan langkah perbaikan?

5. Bagaimana saya memastikan umpan balik saya menstimulasi pola pikir bertumbuh pada peserta didik?

6. Seberapa sering saya melibatkan peserta didik dalam proses asesmen melalui penilaian diri dan antar teman?

7. Bagaimana cara saya mengajak peserta didik berefleksi tentang kemampuan mereka sendiri?

8. Bagaimana saya merancang asesmen dengan tingkat kesulitan yang tepat untuk mendorong kompetensi peserta didik?

9. Apakah tujuan pembelajaran sudah saya komunikasikan dengan jelas kepada peserta didik di awal pembelajaran?

10. Bagaimana saya memanfaatkan berbagai teknik asesmen untuk mencapai tujuan yang berbeda?

11. Apakah waktu dan durasi yang saya sediakan untuk asesmen cukup agar menjadi proses pembelajaran yang efektif?

12. Bagaimana saya menentukan kriteria sukses dan menyampaikannya kepada peserta didik?

13. Bagaimana saya berkolaborasi dengan rekan guru dalam merancang asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran?

14. Bagaimana saya menggunakan hasil asesmen untuk merencanakan tindak lanjut pembelajaran?

15. Apakah laporan kemajuan belajar yang saya susun sudah ringkas dan jelas untuk dipahami peserta didik dan orang tua?

16. Seberapa rutin saya memberikan umpan balik kepada peserta didik dan melibatkan orang tua dalam diskusi tindak lanjut?

17. Bagaimana saya memanfaatkan waktu untuk membaca, menganalisis, dan merefleksikan hasil asesmen?

18. Apakah hasil asesmen saya gunakan sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang berjalan baik dan yang perlu diperbaiki?

19. Bagaimana satuan pendidikan saya memfasilitasi penggunaan hasil asesmen sebagai refleksi oleh semua pihak terkait (peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua)?

20. Seberapa konsisten saya dalam memberikan umpan balik berkala dan mendiskusikan tindak lanjut bersama peserta didik dan orang tua?

8

Berdasarkan materi terkait *yang sudah disampaikan dalam beberapa hari terakhir, mari kita melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:


1. Bagaimana Anda menentukan kesiapan belajar peserta didik di awal tahun ajaran?

2. Metode apa yang paling efektif menurut Anda dalam mengevaluasi pencapaian sebelumnya dari peserta didik?

3. Bagaimana Anda merancang alur tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik?

4. Apakah Anda telah menggunakan modul ajar dari Kemendikbudristek? Jika ya, bagaimana adaptasinya sesuai kebutuhan peserta didik?

5. Apa yang Anda lakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di kelas?

6. Bagaimana Anda mendorong peserta didik untuk merefleksikan kekuatan dan area yang perlu mereka kembangkan?

7. Seberapa sering Anda memberikan umpan balik langsung kepada peserta didik? Bagaimana tanggapan mereka?

8. Contoh pertanyaan terbuka apa yang sering Anda gunakan untuk menstimulasi pemikiran mendalam peserta didik?

9. Apa strategi Anda untuk memotivasi peserta didik agar berpartisipasi aktif dalam pembelajaran?

10. Bagaimana Anda memberikan ruang bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik?

11. Bagaimana Anda memastikan tugas atau pekerjaan rumah tidak membebani tetapi mendorong pembelajaran mandiri?

12. Bagaimana Anda merancang tugas dengan tingkat kesulitan yang tepat untuk meningkatkan kompetensi peserta didik?

13. Bagaimana Anda menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik minat peserta didik?

14. Bagaimana Anda merancang pembelajaran interaktif yang produktif dan terstruktur?

15. Seberapa sering Anda melibatkan masyarakat sekitar, komunitas, atau ahli sebagai narasumber dalam pembelajaran?

16. Bagaimana Anda melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan memastikan komunikasi dua arah yang efektif?

17. Apa yang Anda lakukan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran?

18. Bagaimana Anda memotivasi peserta didik untuk menyadari dan mengambil peran dalam masa depan mereka?

19. Bagaimana Anda melibatkan peserta didik dalam mencari solusi permasalahan sehari-hari sesuai dengan tahapan belajar mereka?

20. Bagaimana Anda mengukur efektivitas pendekatan pembelajaran yang Anda terapkan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Bersambung... 



Asesmen dalam Kurikulum Merdeka (1)

Assalamualaikum,

Semangat Pagi! 

Artikel berikut ini diambil dari WAG grup Kelas Kreatif Indonesia di sesi berbagi pagi pada bulan Mei 2024.

1

Di bulan Mei  ini kita akan mengeksplorasi tema “Pembelajaran dan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka”. Sumber utama dari sharing ini adalah dokumen Pembelajaran dan Asesmen: Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang dirilis oleh Kemendikbudristek. 


Pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang sebaiknya tidak dipisahkan. Pendidik dan peserta didik perlu memahami kompetensi yang dituju sehingga keseluruhan proses pembelajaran diupayakan untuk mencapai kompetensi tersebut. Kaitan antara pembelajaran dan asesmen, digambarkan dan diilustrasikan melalui ilustrasi berikut:


Pembelajaran dapat diawali dengan proses perencanaan asesmen dan perencanaan pembelajaran. Pendidik perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran. Perencanaan asesmen, terutama pada asesmen awal pembelajaran sangat perlu dilakukan karena untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.


Perencanaan pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran yang disusun dalam bentuk dokumen yang fleksibel, sederhana, dan kontekstual. Tujuan Pembelajaran disusun dari Capaian Pembelajaran dengan mempertimbangkan kekhasan dan karakteristik Satuan Pendidikan. Pendidik juga harus memastikan tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran yang dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang berkualitas, interaktif, dan kontekstual. Pada siklus ini, pendidik diharapkan dapat menyelenggarakan pembelajaran yang : 

(1) interaktif; 

(2) inspiratif;

(3) menyenangkan; 

(4) menantang; 

(5) memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; dan 

(6) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. 

Sepanjang proses pembelajaran, pendidik dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik.


Tahapan selanjutnya adalah proses asesmen pembelajaran. Asesmen pembelajaran diharapkan dapat mengukur aspek yang seharusnya diukur dan bersifat holistik. Asesmen dapat berupa formatif dan sumatif. Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada awal pembelajaran dan asesmen pada saat pembelajaran. Asesmen pada awal pembelajaran digunakan mendukung pembelajaran terdiferensiasi sehingga peserta didik dapat memperoleh pembelajaran sesuai dengan yang mereka butuhkan. Sementara, asesmen formatif pada saat pembelajaran dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan refleksi terhadap keseluruhan proses belajar yang dapat dijadikan acuan untuk perencanaan pembelajaran dan melakukan revisi apabila diperlukan. Apabila peserta didik dirasa telah mencapai tujuan pembelajaran, maka pendidik dapat meneruskan pada tujuan pembelajaran berikutnya. Namun, apabila tujuan pembelajaran belum tercapai, pendidik perlu melakukan penguatan terlebih dahulu. Selanjutnya, pendidik perlu mengadakan asesmen sumatif untuk memastikan ketercapaian dari keseluruhan tujuan Pembelajaran.


Ketiga tahapan ini akan terus berlangsung dalam bentuk siklus seperti gambar di atas. Dalam prosesnya, pendidik dapat melakukan refleksi, baik dilakukan secara pribadi maupun dengan bantuan kolega pendidik, kepala satuan pendidikan, atau pengawas sekolah. Oleh karena itu, proses pembelajaran dan asesmen merupakan satu kesatuan yang bermuara untuk membantu keberhasilan peserta didik di dalam Kelas.

Pemerintah tidak mengatur pembelajaran dan asesmen secara detail dan teknis. Namun demikian, untuk memastikan proses pembelajaran dan asesmen berjalan dengan baik, Pemerintah menetapkan Prinsip Pembelajaran dan Asesmen. Prinsip pembelajaran dan prinsip asesmen diharapkan dapat memandu pendidik dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna agar peserta didik lebih kreatif, berpikir kritis, dan inovatif.

2

*Prinsip Pembelajaran*

a. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan

kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;


*Contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran*

• Pada awal tahun ajaran, pendidik berusaha mencari tahu kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya. Misalnya, melalui dialog dengan peserta didik, sesi diskusi kelompok kecil, tanya jawab, pengisian survei/angket, dan/ atau metode lainnya yang sesuai.


• Pendidik merancang atau memilih alur tujuan pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, atau pada tahap awal. Pendidik dapat menggunakan atau mengadaptasi contoh tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran dan modul ajar yang disediakan oleh Kemendikbudristek.


• Pendidik merancang pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik mengalami proses belajar sebagai pengalaman yang menimbulkan emosi positif.


*Prinsip Pembelajaran*

b. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;


*Contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran*

• Pendidik mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan area yang perlu dikembangkan.


• Pendidik senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan.


• Pendidik menggunakan pertanyaan terbuka yang menstimulasi pemikiran yang mendalam.


• Pendidik memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap pembelajar mandiri.


• Pendidik memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.


• Pendidik memberikan tugas atau pekerjaan rumah ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan mempertimbangkan beban belajar peserta didik.


• Pendidik merancang pembelajaran untuk mendorong peserta didik terus meningkatkan kompetensinya melalui tugas dan aktivitas dengan tingkat kesulitan yang tepat.

3

*Prinsip Pembelajaran*

c. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;


*Contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran*

• Pendidik mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi untuk memahami kekuatan diri dan area yang perlu dikembangkan.


• Pendidik senantiasa memberikan umpan balik langsung yang mendorong kemampuan peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan.


• Pendidik menggunakan pertanyaan terbuka yang menstimulasi pemikiran yang mendalam.


• Pendidik memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap pembelajar mandiri.


• Pendidik memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.


• Pendidik memberikan tugas atau pekerjaan rumah ditujukan untuk mendorong pembelajaran yang mandiri dan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dengan mempertimbangkan beban belajar peserta didik.


• Pendidik merancang pembelajaran untuk mendorong peserta didik terus meningkatkan kompetensinya melalui tugas dan aktivitas dengan tingkat kesulitan yang tepat.


*Prinsip Pembelajaran*

d. pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra; 


*Contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran*

• Pendidik menyelenggarakan pembelajaran sesuai kebutuhan dan dikaitkan dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya yang menarik minat peserta didik.


• Pendidik merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang terencana, terstruktur, terpadu, dan produktif antara pendidik dengan peserta didik, sesama peserta didik, serta antara peserta didik dan materi belajar.


• Pendidik memberdayakan masyarakat sekitar, komunitas, organisasi, ahli dari berbagai profesi sebagai narasumber untuk memperkaya dan mendorong pembelajaran yang relevan.


• Pendidik melibatkan orang tua dalam proses belajar dengan komunikasi dua arah dan saling memberikan umpan balik.

4

*Prinsip Pembelajaran*

e. pembelajaran berorientasi

pada masa depan yang

berkelanjutan.


*Contoh pelaksanaan prinsip pembelajaran*

• Pendidik berupaya untuk mengintegrasikan kehidupan keberlanjutan (sustainable living) pada berbagai kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bumi, misalnya menggunakan sumber daya secara bijak (hemat air, listrik, dll.), mengurangi sampah, dsb.

• Pendidik memotivasi peserta didik untuk menyadari bahwa masa depan adalah milik mereka dan mereka perlu mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan mereka.

• Pendidik melibatkan peserta didik dalam mencari solusisolusi permasalahan di keseharian yang sesuai dengan tahapan belajarnya.

• Pendidik memanfaatkan projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk membangun karakter dan kompetensi peserta didik sebagai warga dunia. 


Bersambung.....